Tampilkan postingan dengan label bedah buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

“Cinderella in Paris" diadopsi dari novel karangan Sari Musdar

Diposting oleh Unknown di 04.56 0 komentar




Indah pada waktunya

Diadopsi dari bab 17 novel “Cinderella in Paris" karangan Sari Musdar



Kenapa ina ngambil judul itu ? yaps, ini adalah judul bab ke-17 pada novel “Cinderella in Paris” yang ina baca. Hmm sengaja nih ina ngambil judul ini karena kata orang nih ya, kata pertama yang kita lihat akan langsung kita simpan baik baik di otak. jadi kalo kata yang kita lihat atau dengar itu berupa kata kata yang baik kita akan terdoktrin yang baik baik. Sebaliknya jika dari awal kita melihat atau mendengar kata yang kurang baik, maka sepanjang itu yang kita pikirkan akan berlanjut baik. Kembali ke cerita di novel ini. Awalnya pas nglihat buku di rak “best seller”, pandangan pertama langsung tertuju ke novel ini. Bisa ditebak dari cover, selain karena softcovernya yang berwarna pink, gambar covernya pun seorang wanita fashion style gitu lha. Ditambah lagi judulnya yang “Cinderella in Paris”, Pariiis sist Pariiis. Setiap kaum hawa yang mendengar kata itu pasti langsung ngayalnya setinggi menara Eiffel di Paris. Bisa bermesraan di bawah menara Eiffel malem malem berdua sama doi abis gitu tuker cincin bak selebriti ternama (baca : ngimpiiii). Hmm itu alasan ina kenapa walaupun sudah muter muter mengunjungi ratusan rak di toko buku ini,tetep aja pada akhirnya menjatuhkan pilihan pada buku ini.
Sesampainya dirumah, buru buru deh buka plastik yang masih nempel di badan novel. Awalnya ina ragu bakalan ngabisin nih novel berapa abad, karena emang gak hobi baca. Mulai hobi baca semenjak punya murid seorang penulis yang gemar beli novel dan isi dari novel tersebut kebanyakan so sweet so sweet dan bisa dibaca ending dari cerita tersebut (baca : novel teenlit) . ternyata setelah dibaca, Cuma butuh waktu 2 hari buat ngabisin nih novel. Selain nganggur dirumah karena lagi liburan, ceritanya juga bikin penasaran sampai sampai mbacanya gabisa ditunda.

Awalnya sih ngira kalo buku ini itu bercerita tentang si makhluk jomblo yang bakalan ketemu pengerannya di tengah pesta malam dan harus buru buru balik sebelum jam 12 malam karena kalo enggak buru balik bakalan hilang kesempatan buat kencan dengan pangerannya. Ternyata apa yang ina pikirkan ga sesuai sama isinya. 

Di buku ini mengisahkan perjalan hidup Saras, seorang anak ke 4 dari 5 bersodara yang usia nya menginjak kepala 3 dan tak kunjung dapat jodoh juga. Segala cara telah dilakukan mulai dari blind date dengan orang dari berbagai negara, pergi ke paranormal karena mengingat dulu kakaknya pernah dipelet seorang bawahannya sehingga dia tidak bisa menikah dan pada akhirnya menemukan titik terang setelah pergi ke ‘orang pintar’ tersebut, menemui seorang ahli pembuka aura sampai berkonsultasi ke Suhu Ying atas saran mbak Narandita. Namun apalah artinya jika Allah belum berkendak. Ina salut dengan Saras yang walaupun sudah tertekan dengan omongan orang sana sini yang selalu menanyakan kapan nikah, belum lagi frenemy alias sahabat yang sukanya nikung teman sendiri dan bahagia ngelihat temennya menderita. Bagi ina, ga masalah sih kalo istilah orang jawa ngalor ngidul dirasani uwong. Asalkan gada yang namanya frenemy. Mending bener bener punya musuh yang dari awal emang musuh, daripada yang awalnya temen tapi karena dia hanya mikirin kebahagiaannya sendiri tanpa mikirin sahabatnya main tikung menikung. Atas ikhtiar dari Saras yang ga pernah nyerah buat dapetin jodoh, walaupun beberapa kali sempat deket dengan seorang lelaki dan sudah sempat menaruh harapan yang pada akhirnya menghilang entah kemana, di bab yang awal ina sebut yaitu bab 17 “Indah pada Waktunya” lha kebahagian Saras baru ditemukan. 

Mungkin dari kisah Saras ini kalian semua bisa belajar. Jangan jadikan umur itu desakan untuk menikah. Jangan peduliin omongan orang. Yang ngejalanin kan kita sendiri bukan mereka. Percuma kalo buru buru nikah tapi cepet juga pisahnya (naudzubillah). Cukup percaya pada Allah, bahwa kita di dunia ini diciptakan berpasang pasangan. Dan itu sudah tertulis jelas di Lauh Mahfudz. Jadi kita ga perlu kawatir bakalan ngejomblo seumur hidup sampai harus tikung mnikung teman segala. Yang ada malah kita bakalan kehilangan sahabat hanya karena lelaki yang belum pasti akan menjadi jodoh kita. Gunakan waktu yang ada sebelum kita bertemu jodoh kita untuk memperbaiki diri, berkumpul bersama orang orang terkasih seperti keluarga, sahabat, serta orang orang disekeliling kita. Karena saat kita sudah berkeluarga nanti, intensitas kita bersama mereka akan berkurang karena kita sudah mempunyai dunia yang baru.

Kamis, 08 Januari 2015

Catatan Kriuk si Single ala ⓘⓃⓐ diadopsi dari novel karangan Paresma Elvigro

Diposting oleh Unknown di 16.16 3 komentar



“Cintailah apa yang kamu cintai sekedarnya saja. Boleh jadi apa yang kamu cintai itu menjadi sesuatu yang paling kamu benci suatu hari nanti. Bencilah sesuatu yang kamu benci sekedarnya saja. Boleh jadi ia akan menjadi sesuatu yang paing kamu sukai pada suatu hari nanti.” (HR. Tirmidzi)

Itu merupakan cuplikan dari novel “Catatan Kriuk Si Single” karangan Paresma Elvigro. Buku ini recommended banget nih buat kalian remaja yang sering galau karena VMJ (baca : virus merah jambu). Dalam novel ini menceritakan kisah si Penulis yang menjadi single fighter (baca : tidak pacaran sebelum halal). Mungkin sangat jarang sekali di jaman sekarang ini yang single alias belum berpacaran sama sekali seperti si Penulis buku ini. Namun jangan khawatir, buku ini juga menginspirasi kita kok agar ke depannya harus perpikir jutaan kali buat bilang “i love you” atau “i love you too” ke teman lawan jenis kita alias buat kalian yang uda pernah merasakan yang namanya pacaran. Yang uda terlanjur punya mantan, syukuri aja. Setidaknya kita pernah berbuat khilaf bukan berarti dosa seumur hidup karena sudah berpacaran. Alangkah lebih baik kalau tidak melakukan khilaf itu lagi. Tapi ina sendiri mengakui, mungkin itu hal yang sulit dilakukan karena dijaman sekarang ini, gak pacaran pasti dianggap gak gaul. Abis putus, si mantan sudah punya kekasih yang lain, sedangkan kita masih stay here dengan status jomblo dibilang magamon (baca : manusia gagal move on). Repot juga yaa, hhmm. Tapi selama kita punya prinsip buat diri kita sendiri, ngapain harus perduliin orang lain. Bikin prinsip pun gak gampang. Ina punya tips nih buat kalian pemula yang mulai mencoba berprinsip. Kalo menurut ina sih ya cara gampang berprinsip itu :
ucapkan prinsip dalam hati (seperti kita niat akan sholat atau puasa), dan 
kerjaan sesuatu hal yang mendukung prinsip yang telah diucapkan dalam hati tersebut. Jadi gak perlu ada orang lain yang tau. Soalnya namanya prinsip itu anginnya kenceng banget. Kalo gakuat sama terpaannya, pasti bakal terombang ambing dan ujung-ujungnya di bawak ke tempat yang gak sesuai tujuan awal kita (bisa bayangin kayak difilem-filem itu kan, ketika ada badai menyerang. Kota jadi luluh lantah. Yang tadinya mau berangkat ngampus, jadi kesangkut dipohon. Jauh dari tujuan awal). Jadi usahakan hanya kamu dan Alllah (pasti) yang tau prinsip hidupmu seperti. Biar tidak ada orang lain yang ngrecokin prinsip itu.

Tapi dengan prinsip itu, jangan sampek buat kita jadi freak (baca: berubah) di mata temen-temen kita. Jalani aja seperti biasa, akan tetapi saat yang kita kerjakan gak sesuai sama prinsip di hati kita, hindari!

Di buku ini banyak tips tips anti galau. Yaps, dibilang antigalau karena dalam buku ini menyuguhkan tips agar kita berpikir dua kali untuk tidak berpacaran karena lebih banyak hal negatifnya ketimbang postifinya dari berpacaran itu. Bagi pasangan baru mungkin agak kontra sama statement yang ina buat. Tapi bagi pasangan yang uda lama dan mulai dibumbui cekcok rumah tangga (heaaak, uda nikah non ??) mungkin ngerasa ini pilihan yang tepat. Jangan khawatir, disini ina gak ngeharusin kalian buat baca ato ngikutin tips yang ada dibuku ini kok. Cuma menurut ina, setelah membaca buku ini, setidaknya ada satu perubahan menuju jalan yang cerah. Kalo dulu ina ngebet kapan semester 7 berakhir biar bisa pacaran tapi sekarang ya jalani aja yang ada. Toh selama semester 7 (alias saat gak punya pacar), ina masih sehat, hidup, dan bahkan mungkin berat badan ina bertambah (hloo curcol :p). ina juga dikelilingi orang orang gokil yang bisa bikin ketawa sana sini. Sekedar info ya, ina pernah galau segalau galaunya pas tau my “Ex” punya dambatan hati baru. Sampai sampai di awal semeter 7 kemaren, berat badan turun drastis karena hampir tiap hari nge‘galau’in si doi. Tapi berkat ngelakuin hal hal yang uda diulas di bagian sebelumnya (tips move on ala ina), jadilah ina yang sekarang. Ditambah lagi setelah baca buku ini. Ternyata gak perlu lha mengingat masa lalu toh masa sekarang sama masa depan lebih penting daripada masa lalu. Itu tujuan ina buat kalian agar baca buku ini. Lagian isinya cukup menarik dan gak monoton (bagi kalian yang gasuka baca). Karena jujur ina sendiri juga ga begitu suka baca novel. Ini mungkin novel keberapa yang ina baca, bisa dihitung pake jari. Halaman sampulnya juga lucu. Cocok buat hiasan di meja belajar hehe. Buat kalia yang berdomisili di daerah sidoarjo kota, boleh deh pinjam punya ina. Asal gak boleh rusak yaa.
Oke selamat mencoba tips hangat dari ina
 

Aku ♕ ⓘNᾰ ♕ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea